Dia adalah anak pertama kami, lahir pada hari selasa sore tanggal 16 April 2019 M/ 11 sya’ban 1440 H. Lahir pada masa-masa krusial; menjelang pilpres menegangkan sepanjang sejarah yg pernah penulis saksikan, dan menjelang bulan suci Ramadhan 1440 H.
Sangat spesial bagi kami, anak pertama setelah 8 bulan menanti. Maklum, penulis (muhammad Hisam) adalah anak pertama dari tiga bersaudara, meninggal satu (kedua). Dan istri (Rafika Anisa Farhan) juga anak pertama dari 2 bersaudara, meninggal adiknya. Jadi kami dari keluarga sepi saudara, dan diharapkan oleh kedua keluarga segera memiliki keturunan. Alhamdulillah Allah percayakan amanah keturunan, walau ada sedikit menjanggal, yaitu Al marhumah mamah (ibu Eri Komariah) belum sempat menyaksikan cucunya.
Mamah (Ibu Eri) adalah sosok ibu terbaik bagi kami, terkhusus istri (Rafika). Beliau menderita struk pertama setelah di tinggal anak keduanya (Rafik). Jadi kami paham sekali beliau sangat merindukan seorang cucuk, pelipur lara. Kami sudah berusaha mewujudkan harapan yang tak pernah disampaikannya, tapi Allah menetapkan hal lain, hingga akhir hidupnya mamah tidak sempat mendengar informasi yang begitu diharapkan tapi tak pernah di ucapkan (cucuk), Qonita Al Hisyami.